Furu’iyah dalam Islam


Sangat menarik menyikapi apa yang terjadi pada dunia islam saat ini. Perpecahan intern terjadi dimana-mana. Sesuatu yang memilukan tentunya bagi penganut islam sendiri. Lalu apa sebenarnya yang sedang terjadi? Apa pemicu perpecahan tersebut? Satu hal yang tidak bisa dikesampingkan adalah furu’iyah. Apa itu furu’iyah? Mengapa furu’iyah bisa memicu perpecahan? Hal itulah yang akan kita coba bahas dalam tulisan ini.

Secara etimologis atau secara bahasa, furu’iyah berarti perbedaan. Perbedaan yang akan kita bahas kali ini di antaranya adalah perbedaan-perbedaan pandangan, pola fikir, pendapat, faham, dan berbagai perbedaan lain yang seringkali memicu perpecahan.
Fakta saat ini, islam telah terbagi-bagi menjadi banyak golongan. Di Indonesia sendiri,  telah begitu banyak golongan-golongan yang menamakan golongan mereka dengan nama yang berbeda-beda,berdasarkan faham yang dianut. Nah, apakah perbedaan-perbedaan ini yang menjadi masalah? Tentu saja bukan. Perbedaan-perbedaan adalah sesuatu yang wajar,bahkan selalu ada.
Perbedaan ini bahkan telah terjadi sejak zaman rasulullah. Perbedaan faham itu seringkali terjadi di antara para sahabat. Namun kendati demikian, perbedaan yang terjadi pada masa rasulullah tidak menimbulkan perpecahan internal karena setiap terjadi suatu perbedan, perbedaan tersebut selalu bisa teratasi dengan adanya rasulullah SAW sebagai rujukan dan pedoman. Perbedaan-perbedaan baru banyak terjadi setelah rasulullah wafat. Dan di sinilah mulai terjadi banyak perpecahan. Banyaknya perubahan yang terjadi setelah wafatnya rasulullah membuat banyak para sahabat dan ulama melakukan ijtihad terhadap suatu hukum. Kalau saat rasulullah masih hidup, tentunya segala hal akan berpedoman pada rasulullah. Namun dengan meninggalnya rasulullah, ijtihad para ulama sangat mempengaruhi perkembangan islam pada masa setelahnya. Perbedaan sudut pandang, pemikiran, kondisi, dan faham membuat para ulama memiliki ijtihad yang berbeda-beda. Karena perbedaan ini, muncullah golongan-golongan baru. Beberapa golongan-golongan ini kemudian menganggap golongan mereka sebagai satu-satunya golongan yang benar dan mengklaim golongan-golongan lain sebagai golongan yang salah. Hal inilah yang sesungguhnya tidak boleh terjadi. Dalam kondisi kita saat ini, seharusnya setiap golongan saling menghormati kepada golongan lain. Tidak boleh ada saling menjatuhkan di antara sesama muslim. Setiap perbedaan seharusnya bisa menjadi bahan bagi setiap golongan untuk memperbaiki golongannya sendiri menjadi lebih baik. Jangan selalu melihat sisi buruk dari golongan lain, karena setiap golongan pasti memiliki kekurangan dan kelebihan. Kelebihan dari golongan lain bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki golongannya sendiri menjadi lebih baik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Dengan adanya saling menghargai antar golongan, islam tentunya akan jauh lebih kuat. Islam akan mampu menghadapi tantangan zaman jika mereka bersatu dalam visi yang sama demi mewujudkan kejayaan islam. Tidak ada suatu hukum yang dapat dianggap salah ketika hukum itu jelas sumbernya. Rasulullah tidak pernah menyalahkan pendapat dari salah satu sahabat yang memiliki pemikiran atau tindakan yang berbeda, selama pemikiran dan tindakannya tersebut memiliki dasar dan sumber yang benar dan kuat. Perbedaan sudah lazim terjadi dalam hal tatacara ibadah dan sebagainya. Hal itu tidaklah seharusnya membuat islam menjadi terpecah. Tidak ada yang boleh mengklaim sesat golongan lain selama apa yang mereka perdebatkan tidak ada sangkut pautnya dengan masalah akidah.
Oleh karena itu,saya menerbitkan tulisan ini dengan harapan bisa menjadi rujukan bagi para pembaca untuk tetap menjunjung tinggi persatuan dalam islam. tidak ada sama sekali maksud menggurui. Saya hanya seorang muslim berpengetahuan dangkal yang menginginkan islam bersatu dan berjaya. Semoga dengan diterbitkannya tulisan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca. Mari kita raih kejayaan islam,islam harus tetap bersatu. Thanks N wassalam

4 responses to “Furu’iyah dalam Islam

    • terima kasih atas adanya tulisan ini….🙂 semoga de Kamaludin Khoir selalu dibimbing Allah swt untuk selaku istiqomah di dalam kebaikan. selamat menjadi agen persatuan islam Dik!

  1. ALHAMDULILAH PARA GOLONGAN DLM ISLAM SDH MULAI TAMBAH SADAR , PENTINGNYA SALING MENGHARGAI DLM PERBEDAAN. JAUHI SALING CELA. JAUHI KAFIR MENGKAFIRKAN, JAUHI ITU BID’AH INI BID’AH.SEMENTARA ITU KARENA HIDAYAH ALLAHM KAUM MUALAF SEMANGKIN BERTAMBAH DAN BERTAMBAH., MEREKA YAKIN SEYAKIN2NYA ISLAM AGAMA YANG SEMPURNA. ISLAM AGAMA MASA DEPAN. ARTINYA AGAMA CUMA SATU YAKNI ISLAM.. LUAR BIASA. SEMENTARA INTERNAL UMAT ISLAM SDH TAMBAH DEWASA PIKIRAN KE MASA DEPAN YANG LEBIH ADIL LEBIH BIJAKSANA. TIDAK LAGI GAMPANG TERGANGGU BUJUKAN SETAN YANG TERKUTUK SAMPAI AKHIR ZAMAN. ALLAH MENEGASKAN MUSUH NOMOR SATU ADALAH HAWA NAFSU. KENDALIKAN HAWA NAFSU. BAGIAN AMALAN UTAMA. SEKALILAGI ALHAMDULILAH. PERJALANAN HIDUP MASIH JAUH. SETAN2PUN TIDAK BAKALAN TIDUR.SELALU MENGGODA MANUSIA.

  2. Ping-balik: Ahlus Sunnah wal Jama’ah | Em_Jihed_Sumberjati's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s