Islam, Pemuda, dan Perubahan


KEPEMUDAAN

berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!”

Kalimat yang tidak asing tentunya. Ya, kalimat di atas merupakan penggalan dari pidato mantan presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Beliau memang bukan tokoh islam, tapi sudah tidak dapat diragukan lagi bahwa beliau merupakan seorang tokoh besar. Beliau bukanlah orang sembarangan. Pidato-pidatonya merupakan gambaran semangat para pejuang. Setiap kata yang diucapkan dalam pidatonya sarat akan makna.

Betapa pentingnya peran seorang pemuda sehingga Ir. Soekarno menyatakan kalimat seperti di atas. Kalimat di atas jelas menunjukkan bahwa pemuda merupakan suatu kekuatan besar. Dan kekuatan itulah yang harus digunakan oleh kita untuk membuat perubahan dalam tubuh islam. Dengan semangat tingginya, dengan keuletan, dengan mental baja dan intelektualitasnya para pemuda merupakan agen pembaharu. Karena perjuangan itu membutuhkan kekuatan. Dan kekuatan yang besar itu terdapat dalam diri para pemuda.

KARAKTERISTIK PEMUDA

Lalu kenapa pemuda selalu dikedepankan sebagai agen perubahan? Tentunya mereka memiliki karakteristik-karakteristik tertentu yang menjadi keunggulan dan kekuatan utama mereka.

  1. Keunggulan intelektual

Pemuda memiliki daya ingat tinggi dan analisa yang tajam.

  1. Keunggulan emosional

Semangat menggebu-gebu, keteguhan, cita-cita yang tinggi, kemauan yang kuat merupakan kekuatan utama dari para pemuda.

  1. Keunggulan fisik.

Secara fisik pemuda masih memiliki fisik yang kuat. Mereka sedang berada pada masa puncak kekuatan fisiknya.

KENAPA PEMUDA?

Sebuah sumber menyatakan alasan-alasan mengapa pemuda menjadi agen perubahan.

Alasan pertama, karena pemuda adalah generasi penerus, yaitu generasi yang meneruskan generasi sebelumnya yang baik. Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun pahala amal mereka.” (QS. Ath-Thur : 21)

Alasan kedua, karena pemuda adalah generasi pengganti, yakni menjadi pengganti generasi sebelumnya yang buruk dan tidak taat kepada Allah. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintainya.” (QS. Al-Maidah : 54)

Dan alasan ketiga, karena pemuda adalah ruh baru, pengubah dan pembaharu, sebagaimana sosok seorang Nabi Ibrahim muda yang dikisahkan dalam Al-Qur’an: “Ingatlah ketika ia (Ibrahim) berkata kepada bapaknya : Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong sedikitpun.” (QS. Maryam : 42)

SOSOK PEMUDA DALAM SEJARAH KEMANUSIAAN

Peran pemuda telah terlihat sejak masa lalu, dan saat ini, kita sedang menanti pemuda yang mampu menjadi penerus mereka:

  1. Ali bin Ali Thalib, paling muda, 8 tahun
  2. Az Zubair bin Al ‘Awwam, 8 tahun
  3. Thalhah bin Ubaidillah, 11 tahun
  4. Al Arqam bin Abil Arqaam, 12 tahun
  5. Abdullah bin Mas’ud, 14 tahun
  6. Sa’ad bin Abi Waqqaas, 17 tahun
  7. Su’ud bin Rabi’ah, 17 tahun
  8. Abdullah bin Mazh’un, 17 tahun
  9. Ja’far bin Abi Thalib, 18 tahun
  10. Qudaamah bin Mazh’un, 19 tahun
  11. Sa’id bin Zaid, di bawah 20 tahun
  12. Suhaib Ar Rumi, di bawah 20 tahun
  13. Assa’ib bin Mazh’un, sekitar 20 tahun
  14. Zaid bin Haritsah, sekitar 20 tahun
  15. ‘Usman bin ‘Affan, sekitar 20 tahun
  16. Tulaib bin ‘Umair, sekitar 20 tahun
  17. Khabab bin Al Art, juga sekitar 20 tahun
  18. ‘Aamir bin Fahirah, 23 tahun
  19. Mush’ab bin ‘Umair, 24 tahun
  20. Al Miqdad bin Al Aswad, 24 tahun
  21. Abdullah bin Al Jahsy, 25 tahun
  22. Umar bin Al Khaththab, 26 tahun
  23. Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, 27 tahun
  24. ‘Utbah bin Ghazwaan, juga 27 tahun
  25. Abu Hudzaifah bin ‘Utbah, sekitar 30 tahun
  26. Bilal bin Rabah, sekitar 30 tahun
  27. ‘Ayyasy bin Rabi’ah, sekitar 30 tahun
  28. ‘Amir bin Rabi’ah, sekitar 30 tahun
  29. Nu’aim bin Abdillah, hampir 30 tahun
  30. ‘Usman bin Mazh’un, sekitar 30 tahun
  31. Abu Salamah, Abdullah bin ‘Abdil Asad Al Makhzumi, sekitar 30 tahun
  32. Abdurrahman bin ‘Auf, 30 tahun
  33. Ammar bin Yasir, antara 30-40 tahun
  34. Abu Bakar Ash Shiddiq, 37 tahun

Siapakah yang akan menjadi penerus mereka? Jawabannya adalah kita.

One response to “Islam, Pemuda, dan Perubahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s